Tuesday, October 6, 2009

PERJALANAN PULANG NY. AAN KE CIAMIS

Ny Aan adalah salah satu orang terbuang yang mengalami lumpuh setelah bekerja dua tahun delapan bulan di Serawak sebagai pembantu rumah tangga.  Ny. Aan adalah seorang ibu yang berusia 56 tahun dengan 6 orang anak yang sudah dewasa dan sudah menikah. Keinginan untuk menabung demi hari tua, itulah yang mendorong Ny. Aan pergi ke Malaysia.  Ny. Aan berangkat ke Malaysia bersama seorang tetangga yang sudah bekerja disana. Di Malaysia Ny. Aan mendapat majikan yang baik. Menurut keketerangan Ny. Aan setiap bulan majikannya tidak pernah memberi uang gaji kepadanya. Gajinya  selalu diberikan langsung ke Agency yang membawa Ny. Aan ke Malaysia untuk dikirimkan pada keluarganya yang berada di kampung.

Ny Aan mengalami kebinggungan ketika merasa sakit demam dan tiba-tiba kedua kakinya membesar serta  tidak dapat berjalan. Ny. Aan ingin berobat ke rumah sakit tapi  majikannya hanya memberikan obat dari toko. Karena dirasa penyakit Ny. Aan tidak kunjung membaik maka majikannya mengantarkan Ny. Aan yang dalam kondisi sakit ke perbatasan Malaysia tepatnya di Entikong. Ny Aan diminta pulang sendiri, sesampai di Etikong Ny. Aan minta tolong pada warga sekitar untuk memapahnya kedalam Bus. Malang baginya karena semua dokumen serta harta bendanya diambil orang yang menolongnya di Entikong. Oleh aparat setempat Ny. Aan diantarkan ke Dinas Sosial Propinsi Kalimantan Barat, disini Ny. Aan  menginap selama 7 hari sambil memulihkan kesehatannya. Karena lama kondisinya tidak membaik maka dalam  keadaan yang masih tidak dapat berjalan Ny. Aan diantarkan ke Pelabuahan Pontianak dan selanjutnya diberangkatkan ke pelabuhan Tanjung Periuk dengan kapal Nusantara.

Hari Sabtu tanggal 19 September 2009 malam Ny. Aan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta.  Ny Aan oleh kesehatan pelabuhan langsung dirujuk ke RSUD Koja Jakarta Utara.  Ny. Aan dirawat selama enam hari, dan karena kesehatannya sudah agak membaik oleh pihak RSUD Koja Ny. Aan diperbolehkan pulang. Berhubung tidak ada keluarga yang menemani maka PKR KWI bekerjasama dengan Peduli Buruh Migran mengusahakan kepulangannya ke kampung halaman.

Sabtu 26 September Ny. Aan diantar pulang oleh Peduli Buruh Migran sampai dirumahnya di Kampung Tonggoh, Kelurahan Sadananya,  Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis. Sesampai dirumah Ny. Aan disambut suami, anak-anak dan familinya dengan isak tanggis. Mereka terharu sekaligus bersyukur karena Ny. Aan kini sudah pulang dalam keadaan yang sehat dan selamat. Selama bekerja di Malaysia Ny. Aan tidak pernah memberi kabar kepada keluarganya dikampung. Dari anak-anaknya kami tahu bahwa selama Ny. Aan bekerja di Malaysia, gaji yang tiap bulan dititipkan ke Agency tidak pernah sampai kepada keluarganya di kampung.