PESAWARAN – Menyambut Hari Kasih Sayang dengan cara yang berbeda, Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, memimpin aksi ekologis penanaman 2.000 bibit mangrove di pesisir Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Sabtu (14/2/2026). Aksi ini menjadi simbol kepedulian konkret Gereja Katolik terhadap perlindungan lingkungan hidup dan pemulihan ekosistem pantai.
Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang ini melibatkan sedikitnya 80 relawan lintas komunitas. Peserta terdiri dari para imam, suster, aktivis lingkungan, umat Katolik, warga pesisir, hingga mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera). Tak hanya itu, sejumlah pemuda Muslim yang tergabung dalam Gusdurian turut ambil bagian, mempertegas solidaritas lintas iman dalam menjaga keutuhan ciptaan.
Sesuai dengan kondisi pasang surut air laut, sang Uskup bersama puluhan sukarelawan tanpa ragu turun langsung menerjang perairan dangkal dan area berlumpur. Dengan celana digulung, mereka menanam mangrove dengan metode gulutan sebagai upaya jangka panjang memulihkan wilayah yang selama ini rentan terhadap abrasi.
Mgr. Vinsensius menyampaikan bahwa keterlibatan langsung di lapangan ini
merupakan bentuk kesaksian iman yang nyata. Beliau menekankan bahwa krisis
ekologis saat ini menuntut tanggapan bersama yang melampaui batas agama maupun
kelompok sosial. “Dengan uskup yang turun langsung ke laut, umat merasa
terdorong untuk terlibat lebih aktif, tidak sekadar hadir di sekitar altar,”
jelas Suster Vincentia.
Dalam kegiatan tersebut, Sahabat Insan berperan sebagai pendukung dalam hal
pengadaan bibit mangrove serta melakukan konsultasi dengan Suster Vincentia
dalam rangka perwujudtan semangat Laudato Si’ sebagai gerakan iman melalui
kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup.
Penulis: Maria Fransiska Saraswati
Foto-foto kiriman: Suster Vincentia, HK