Wednesday, February 18, 2026

Di Hari Valentine 2026: Uskup Tanjung Karang terjun ke Laut

 


PESAWARAN – Menyambut Hari Kasih Sayang dengan cara yang berbeda, Uskup Tanjungkarang, Mgr. Vinsensius Setiawan Triatmojo, memimpin aksi ekologis penanaman 2.000 bibit mangrove di pesisir Desa Sidodadi, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, pada Sabtu (14/2/2026). Aksi ini menjadi simbol kepedulian konkret Gereja Katolik terhadap perlindungan lingkungan hidup dan pemulihan ekosistem pantai.

Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga menjelang siang ini melibatkan sedikitnya 80 relawan lintas komunitas. Peserta terdiri dari para imam, suster, aktivis lingkungan, umat Katolik, warga pesisir, hingga mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila) dan Institut Teknologi Sumatera (Itera). Tak hanya itu, sejumlah pemuda Muslim yang tergabung dalam Gusdurian turut ambil bagian, mempertegas solidaritas lintas iman dalam menjaga keutuhan ciptaan. 


Sesuai dengan kondisi pasang surut air laut, sang Uskup bersama puluhan sukarelawan tanpa ragu turun langsung menerjang perairan dangkal dan area berlumpur. Dengan celana digulung, mereka menanam mangrove dengan metode gulutan sebagai upaya jangka panjang memulihkan wilayah yang selama ini rentan terhadap abrasi.

Mgr. Vinsensius menyampaikan bahwa keterlibatan langsung di lapangan ini merupakan bentuk kesaksian iman yang nyata. Beliau menekankan bahwa krisis ekologis saat ini menuntut tanggapan bersama yang melampaui batas agama maupun kelompok sosial. “Dengan uskup yang turun langsung ke laut, umat merasa terdorong untuk terlibat lebih aktif, tidak sekadar hadir di sekitar altar,” jelas Suster Vincentia.

 

Kegiatan ini merupakan kelanjutan dari gerakan pelestarian sebelumnya. Jika pada fase awal telah ditanam sekitar 1.000 bibit, pada aksi kali ini jumlahnya meningkat menjadi 2.000 bibit. Selain memperkuat garis pantai, hutan mangrove ini diharapkan dapat melindungi habitat biota laut dan mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.

Dalam kegiatan tersebut, Sahabat Insan berperan sebagai pendukung dalam hal pengadaan bibit mangrove serta melakukan konsultasi dengan Suster Vincentia dalam rangka perwujudtan semangat Laudato Si’ sebagai gerakan iman melalui kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup.

Penulis: Maria Fransiska Saraswati

Foto-foto kiriman: Suster Vincentia, HK