Friday, November 2, 2012
Introduction to a “New World”
The sun rises eventually, after a dark night. Not a
necessity but a fact that happens. However, while getting a job is a necessity that
is close to a fact for some, for others, it's a life struggle, a means to live
somewhere other than on the streets or worse. This means going where the jobs
are.[1]
Profil Sahabat Insan
Sahabat Insan merupakan sebuah komunitas para relawan. Mereka juga
datang ke kantor Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) di Jalan Cut
Mutiah 10 Jakarta Pusat untuk menyampaikan bantuan bagi mereka yang
terkena tsunami pada hari-hari pertama sejak akhir bulan Desember 2004.
Agar dapat menyampaikan bantuannya secara lebih baik, para relawan itu
menjadikan Sahabat Insan sebagai perkumpulan dengan akta Notaris &
PPAT Eben Eser L Tobing, S.H, Nomor 1 tanggal 14 Januari 2005.
Friday, October 12, 2012
Harapan itu Masih Ada
Apa yang dapat
membuat seseorang bertahan untuk merajut kehidupannya setiap hari? Kita percaya,
jawabannya adalah dengan iman, harapan, dan kasih yang penuh. Mengimani bahwa
setiap hari adalah anugerah dari-Nya. Kasih yang tak henti dari Sang Pencipta
dan sesama. Harapan bahwa akan tiba hari depan yang lebih baik.
Monday, October 8, 2012
Life Stopped Here
Ini adalah sebuah tulisan
dari seorang Frater asal Malaysia
yang mengunjungi Rumah Singgah Sahabat Insan pada Jumat 29 September 2012
Life Stopped Here
Monday, October 1, 2012
Tentang Lima Perempuan di Rumah Singgah Sahabat Insan
Tidak
seperti minggu lalu, Rumah Singgah Sahabat Insan minggu ini, Jumat (28/9),
penuh dengan buruh migran dan seorang keluarga korban. Tepatnya, enam orang
perempuan yang menjadi pembantu rumah tangga di negara tetangga dan seorang
suami korban yang masih berusaha menuntut keadilan dari agen yang membawa
istrinya bekerja. Lima di antara
mereka berbagi kisah duka mereka saat bekerja.
Subscribe to:
Posts (Atom)

