Saturday, February 20, 2016

Solidaritas Untuk Korban Banjir Bangka Belitung

Solidaritas korban Banjir BABEL.
  • Bantuan uang dapat disalurkan melalui rekening a/n RD Stais Bani, VIKEP Bangka Belitung.
  • Pengiriman barang ditujukan ke: Posko Solidaritas Banjir Keuskupan Pangkalpinang.
  • Kebutuhan: selimut, terpal/karpet, kasur/alas tidur, pembalut wanita, pakaian dalam pria/wanita, pakaian anak, tolak angin, minyak angin, obat-obatan diare, gatal, bedak. 
  • Kebutuhan dapur: kompor set, wajan dan peralatan masak, mie, ikan asin, minyak goreng, beras, roti/biskuit, kopi, gula, teh, susu anak, pisang.
Terima kasih atas kerjasamanya. 

Contact Person: 
RD. Hans Jeharut (Komisi Kepemudaan Babel)
RD. Pramodo (Koordinator Posko)
Toro (Komkep), Cinthia (Komkep)

Alamat Posko: SD Theresia 1, Pangkalpinang - Babel. 


Demikian informasi tentang bencana banjir yang terjadi di Bangka Belitung, yang dikirim oleh Ibu Agnes Retno, salah satu pengurus Sahabat Insan, ke grup WA perkumpulan ini pada tanggal 9 Februari 2016. Hujan disertai angin kencang, yang terjadi sejak hari Minggu tanggal 7 Februari 2016 di kota Pangkalpinang, ditambah lagi adanya gelombang pasang yang menyebabkan beberapa sungai yang meluap, membuat ibukota provinsi Bangka Belitung itu dilanda banjir. Banjir tersebut menyebabkan ribuan warga harus mengungsi, karena ketinggian air  mencapai 1-2 meter, sehingga rumah warga terendam dan tidak bisa ditempati. Banjir ini otomatis menyebabkan perekonomian di kota Pangkalpinang lumpuh total. Berdasarkan data Keuskupan Palangkaraya yang dimuat di website KARINA (www.karina.org), jumlah warga terdampak adalah sebanyak 328 ribu di kota Pangkapinang, 297 ribu di Kabupaten Bangka, 161 ribu di Kabupaten Bangka Tengah, dan 172 ribu di wilayah Bangka Selatan.

Menghadapi bencana ini, Keuskupan Pangkalpinang dengan sigap segera membentuk Posko Tanggap Darurat, yang berlokasi di SD Theresia Pangkalpinang. Awalnya, posko ini dibentuk secara mendadak dengan relawan seadanya ketika banjir datang dan banyak korban yang tidak bisa menempati tempat tinggalnya. Namun, agar para korban semakin terlayani dengan baik, maka diputuskan agar Posko Banjir SD Theresia dilembagakan melalui Komisi Kepemudaan Kevikepan Bangka Belitung (Babel). Di Posko ini terdapat 18 ruangan yang difungsikan sebagai ruangan istirahat, penyimpanan logistik, ruang makan, ruang kesehatan, serta dapur umum. Sekitar 200 pengungsi di tampung di tempat ini. Menurut Romo A. Dwi Pramodo, seperti yang dikutip dari ucanews.com, banyak relawan bahu-membahu memberikan bantuan. Ibu-ibu membantu memasak, kaum muda dan bapak-bapak membantu mengevakuasi korban dan mengangkut logistik. Selain itu, bantuan berupa barang juga berdatangan sehingga dalam waktu yang cukup singkat, kebutuhan logistik di posko itu sudah terpenuhi.







Pada hari Kamis, 11 Februari 2016 pukul 10.27, RD Hans Jeharut selaku penanggung jawab Posko memberikan update info sebagai berikut:
Hari ini keadaan sudah berangsur normal. Sebagian (pengungsi) sudah kembali ke rumah. Di posko penampungan tinggal 168 jiwa (sebelumnya 215 jiwa). Dalam 1-2 hari, tanggap darurat akan selesai. Tahap selanjutnya akan dilaporkan pasca tanggap darurat.
Thanks.
Posko SD Theresia
RD Hans K Jeharut (Penanggung Jawab)

Walau pun sudah banyak pengungsi yang meninggalkan posko untuk membersihkan rumah mereka, namun dapur umum tetap jalan, karena pada siang dan malam hari mereka tetap makan di Posko. Pada hari sebelumnya, posko ini tetap membagikan 300 paket makan siang dan 500 paket makan malam. Persediaan logistik juga cukup, sehingga para penanggung jawab posko menghimbau kepada donatur untuk memberikan bantuan dalam bentuk dana saja, agar lebih mudah disalurkan, dan juga bisa digunakan untuk membantu posko-posko lain yang masih membutuhkan bantuan.



Pada hari Sabtu, 13 Februari 2016, melalui status facebook, RD Hans Jeharut kembali memberikan informasi terbaru tentang keadaan Posko SD Theresia sebagai berikut:

UPDATE POSKO BANJIR BANGKA
Keuskupan Pangkalpinang
1. Hari ini (Sabtu, 13 Feb 2016) tahap tanggap darurat berakhir. Pengungsi di Posko SD Theresia semua sudah kembali ke rumah.
2. Sehubungan dengan itu kegiatan DAPUR UMUM Pelayanan Kesehatan di Posko SD Theresia ditutup.
3. Posko selanjutnya akan menangani tahap pemulihan pasca tanggap darurat: pendataan, distribusi bantuan/logistik, bantuan lain(alat rumah tangga, perlengkapan sekolah, dll)
4. Pihak- pihak yang ingin membantu untuk tahapan lanjut penanganan pasca bencana dapat menghubungi kontak person yang tertera di bawah ini untuk informasi lebih lanjut.
5. Posko akan segera menyampaikan laporan pertanggungjawaban penanganan tahap tanggap darurat.
6. Terimakasih untuk SEMUA PIHAK yang telah terlibat dalam tahap TANGGAP DARURAT ini. Tuhan membalas kebaikan dan memberkati Anda semua.
Pkpinang, 13 Februari 2016



Walau pun banjir telah surut, namun warga tetap diminta waspada akan terjadinya banjir dan tanah longsor susulan, karena musim hujan belum berhenti. Selain itu, warga juga diminta berhati-hati akan adanya kemungkinan munculnya binatang buas seperti buaya dan ular yang setiap saat bisa mengancam nyawa. 

Sahabat Insan sendiri memberikan perhatian kepada para korban dengan memberikan donasi sebesar Rp. 10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Semoga donasi ini bisa meringankan penderitaan para korban yang sedang dilanda musibah. 

* Dirangkum dari berbagai sumber
* Foto-foto dari RD Hans Jeharut yang dikirimkan lewat Ibu Agnes Retno.