Thursday, April 2, 2009

Bantuan untuk Korban Situ Gintung

Pada tanggal 30 Maret 2009, posko bantuan kemanusiaan untuk korban tragedi Situ Gintung Tangerang, Banten yang dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia-Nahdatul Ulama (PMII-NU) mengajukan permohonan bantuan kemanusiaan kepada PKR KWI. Permohonan ini diajukan karena adanya kebutuhan-kebutuhan korban yang tidak tersentuh oleh lembaga bantuan lain, karena pada umumnya para donatur datang memberikan bantuan berupa makanan dan pakaian.

Berdasarkan permohonan tersebut, PKR KWI kemudian langsung bergerak. Salah satu staf langsung terjun ke lapangan melihat kondisi korban dan mendata kebutuhan apa yang dibutuhkan di lokasi Posko PMII, yang berada  di Gang Buntu RT 03/RW 08 yang berdekatan langsung dengan lokasi kejadian.

Setelah data kebutuhan diterima, PKR KWI menghubungi  Ibu Deetje yang bersedia untuk mencarikan barang-barang tersebut. Barang-barang yang diajukan oleh PMII adalah perlengkapan tidur (matras, selimut), alat-alat kebersihan (sapu, tempat sampah, serok, kain dan obat pel), perlengkapan mandi (ember, sabun, odol, sikat gigi, handuk), perlengkapan wanita dan bayi (daster, baju bayi, susu bayi) dan perlengkapan ibadah (sajadah dan mukena). Dalam waktu singkat, Ibu Deetje dapat menyiapkan barang-barang kebutuhan yang cukup jumlahnya, sehingga keesokan harinya, pada hari Selasa, tanggal 31 Maret 2009, bantuan sudah dapat disampaikan kepada Posko PMII. Sesampai di Situ Gintung, para relawan langsung melakukan koordinasi tentang pendistribusian bantuan dari PKR KWI. Akhirnya disepakati bahwa bantuan akan diserahkan ke korban hari itu juga. PKR KWI diwakili Sr Eugenia Tri Rahayuningsih, PBHK dan tim turut membantu penyaluran bantuan ke korban. Keseluruhan bantuan yang diberikan bernilai sekitar 40 juta rupiah.


Selain memberikan bantuan barang, PKR KWI juga memberikan santunan dana pendidikan kepada para siswa/i yang kehilangan alat-alat perlengkapan sekolahnya. Beasiswa ini juga diajukan oleh koordinator posko PMII-NU, karena adanya kebutuhan yang mendasar dari para siswa/i agar dapat segera memulai kembali proses belajar mengajar, mengingat waktu ujian sudah dekat. Beasiswa diberikan kepada 21 anak SD, 14 anak SMP dan 7 anak SMU.


Keadaan terakhir disana, yang dibutuhkan para korban yang berada di pengungsian balai warga dan juga yang menumpang di beberapa tempat rumah warga adalah lebih kepada kebutuhan sekunder seperti alat-alat bangunan, seragam sekolah dan perlengkapan masak dan lain-lain, bukan kepada logistik lagi. Sebagai informasi terakhir dari lapangan, sejak hari pertama sejak terjadinya jebolnya Tanggul Situ Gintung, masih ada puluhan korban yang belum di temukan di lokasi kejadian. Tercatat korban tewas sudah melewati 100 orang diluar dari ratusan korban yang selamat.