JAKARTA, Di tengah maraknya modus kejahatan Tindak Pidana Perdagangan
Orang (TPPO) yang kian terselubung di ranah digital, Sahabat Insan bersama 42 kelompok
pegiat kemanusiaan dan masyarakat luas berpartisipasi aktif dalam kegiatan “Talitha Kum Walk & Talk:
Melangkah Bersama dan Bersuara Melawan Perdagangan Orang” pada Minggu, 2
Agustus 2026. Mengusung tema global Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) “Trapped behind the scam”,
rangkaian acara yang diawali dengan jalan sehat massal dari kawasan Car Free
Day Bundaran HI hingga Amphitheatre ATMAterra Universitas Katolik Indonesia
Atma Jaya Jakarta ini menjadi ruang konsolidasi sosial untuk membongkar realita
kelam penipuan lowongan kerja (job scam) yang kerap menjebak generasi muda
(Foto: Sahabat Insan, Sinergi Perempuan, Mahasiswa Atma Jaya dan Inaya Wahid)
Aksi jalan sehat sepanjang rute yang tersebar dibeberapa titik mulai dari Bundaran
HI hingga Kampus Atma Jaya memancarkan pesan solidaritas yang kuat, di mana
para peserta termasuk rombongan Sahabat Insan, mengenakan atribut pita oranye
dan rompi/tunik berwaran putih berlogo Sahabat Insan Vox Victimae Vox Dei ("suara
korban adalah suara Tuhan") sebagai simbol perlawanan terhadap perbudakan
modern
Suasana diskusi semakin tajam dan mendalam saat memasuki sesi talkshow interaktif bersama
aktivis kemanusiaan, Inaya Wahid
(Foto: Inaya Wahid dalam Talk Show)
Kehadiran Inaya Wahid dalam forum ini menegaskan kembali warisan pemikiran
luhur keluarga Gus Dur yang menempatkan martabat manusia sebagai harga mati
yang tidak dapat ditawar. Bagi Inaya dan keluarga besar Abdurrahman Wahid,
setiap korban perdagangan manusia bukanlah sekadar angka statistik, melainkan
pribadi yang memiliki nama, keluarga, serta hak mendasar untuk hidup bebas dari
perbudakan. Melanjutkan perjuangan sang ibu, Sinta Nuriyah Wahid, dalam membela
kelompok rentan dan terpinggirkan, Inaya mengingatkan seluruh audiens bahwa
tidak ada seorang pun di muka bumi ini yang boleh diperlakukan sebagai barang
komoditas yang dapat diperjualbelikan.
Melalui
momentum kegiatan Talitha Kum
Walk & Talk ini mengajak seluruh lapisan masyarakat melawan perdagangan
orang yang merupakan tanggung jawab moral bersama dan membutuhkan konsistensi
tanpa henti. Kami mengajak menyatukan suara untuk tidak tinggal diam, tetap
waspada terhadap iming-iming instan, dan selalu bersuara demi melindungi
martabat setiap insan manusia agar terbebas dari jerat perbudakan modern
Video Lengkap: https://www.instagram.com/reel/DbqNudPPx3O/?igsh=amR3enpoczQwcTY1