Friday, November 27, 2020

MOBIL JENAZAH JPIC DIVINA PROVIDENTIA

Semua berawal dari rasa kemanusiaan, berawal dari pengalaman-pengalaman menyakitkan, berawal dari penolakan yang diterima dan berawal dari setiap kisah pilu keluarga yang hadir menyambut kedatangan jenazah PMI di Kargo Bandara El Tari Kupang. Seperti yang diketahui bersama bahwa Nusa Tenggara Timur terkenal dengan sebutan Provinsi Peti Mati. Hampir setiap minggu NTT menerima jenazah PMI, baik prosedural maupun non-prosedural yang dikirim pulang dari negara penempatan, seperti Malaysia, Singapura, dan Afrika.

Jenazah Putra dan Putri NTT itu diterima di kargo dan dibawa ke kampung halamannya atau disemayamkan di RSUD W.Z. Johanes Kupang dengan menggunakan mobil ambulans. Namun, tidak setiap saat mobil jenazah tersedia. Jika jenazah yang dipulangkan lebih dari satu, maka harus menyewa mobil jenazah. Itu masih baik karena pemerintah membiayainya namun itu hanya berlaku bagi jenazah PMI, tapi tidak setiap saat pemerintah memiliki dana karena dana akan menipis di penghujung tahun. Selain itu pula banyak keluarga dari jenazah AKAD yang harus menanggung biaya yang tidak sedikit untuk bisa membawa jenazah ke rumah duka dari kargo.

Sebuah harapan muncul, seandainya kami memiliki satu mobil jenazah maka kami bisa meringankan beban keluarga itu. Suster Laurentina, SDP yang tergugah hatinya dan menyadari akan hal ini memulai untuk mencari dana dan dengan bantuan kitabisa.com semuanya boleh terjadi. 

Tuesday, November 24, 2020

The Economy of Francesco (EoF)

 
 

Pesan Yang Mulia Paus Fransiskus kepada Para Peserta dalam Pertemuan 'Ekonomi Francesco'


Direncanakan untuk Assisi tetapi diselenggarakan secara virtual

21 NOVEMBER 2020 23: 59JIM FAIRPOPE FRANCIS

 


Paus Fransiskus memanggil dan menyampaikan kepada peserta muda dalam "The Economy of Francesco" bahwa sudah waktunya untuk berubah dan mendesak mereka untuk menjadi bagian dari perubahan itu.

 

Komentarnya datang dalam pesan video kepada peserta virtual dalam konferensi ekonomi yang dijadwalkan pada 19-21 November di Assisi tetapi dibantu  secara online sehubungan dengan pandemi .

Kita  membutuhkan perubahan; kita menginginkan perubahan dan kita  mencari perubahan. [3] Tetapi masalah muncul ketika kita menyadari bahwa kita kekurangan jawaban yang memadai dan mencangkup  banyak masalah kita saat ini, ”kata Paus dalam videonya. “Memang, kita  mengalami pecahan-pecahan  tertentu dalam analisis dan diagnosis kita  yang akhirnya menghalangi setiap solusi yang mungkin. Jauh di lubuk hati, kita kekurangan budaya yang dibutuhkan untuk menginspirasi dan mendorong berbagai visi yang ditandai dengan pendekatan teoretis, politik, program pendidikan, dan bahkan spiritualitas, yang tidak dapat dimasukkan ke dalam pola pikir dominan tunggal. [4]

 

“Mengingat kebutuhan mendesak untuk memberikan jawaban, sangat diperlukan untuk mempromosikan dan mendukung kelompok kepemimpinan yang mampu membentuk budaya, memicu proses - ingat kata itu: proses - jalan setapak yang menyala-nyala, memperluas cakrawala dan membangun ikatan bersama… Setiap upaya untuk mengatur, peduli untuk dan meningkatkan rumah bersama kita, jika ingin bermakna, juga akan menuntut perubahan dalam "gaya hidup, model produksi dan konsumsi, dan struktur kekuasaan yang mapan yang saat ini mengatur masyarakat". [5] Tanpa ini, Anda tidak akan mencapai apa-apa. ”

 

Monday, November 16, 2020

BINCANG SORE: POTENSI KETERLIBATAN LEMBAGA KEUANGAN DALAM ALIRAN DANA TERKAIT PERDAGANGAN MANUSIA DAN EKSPLOITASI PEKERJA MIGRAN

Hari Kamis, 12 November 2020, Migrant Care mengadakan Bincang Sore dengan tema: Potensi Keterlibatan Lembaga Keuangan dalam Aliran Dana terkait Perdagangan Manusia dan Eksploitasi Pekerja Migran. Narasumber yang diundang dalam bincang sore ini adalah Ririn Kusuma (Purna Migran Indonesia di Taiwan), Megel Jekson (Jurnalis actual.com), dan Wahyu Susilo (Direktur Eksekutif Migrant CARE).

Pembicara pertama adalah Wahyu Susilo. Dalam bincang sore ini Pak Wahyu Susilo membagikan presentasinya tentang Dimensi-Dimensi Kejahatan Keuangan dalam Praktek Perdagangan Orang dan Eksploitasi Pekerja Migran. Pak Wahyu Susilo memulai presentasinya dengan menyampaikan satu tahun capaian diplomasi perlindungan WNI, yaitu:

  • Melakukan dua kali evakuasi, dari Wuhan dan Kapal Diamond Princess di Yokohama dengan jumlah WNI yang dievakuasi 306 orang.
  • Memfasilitasi repatriasi dari 62 negara, dengan total 157.758 orang, termasuk ABK dan JT dari berbagai belahan dunia.
  • Memberikan bantuan logistik kepada WNI paling rentan sebanyak 532.525 paket.
  • Pendampingan dan bantuan bagi 1.651 WNI yang positif terinfeksi Covid-19 yang tersebar di 60 negara/wilayah dan 29 kapal.
  • Membebaskan 29 WNI dari ancaman hukuman mati.
  • Membebaskan 6 WNI dari penyenderaan di Filipan Selatan dan Gabon.
  • Menyelamatkan lebih dari 106 miliar rupiah hak-hak finansial PMI.

Capaian yang paling akhir adalah suatu progress karena pada tahun-tahun sebelumnya tidak ada penghitungan kerugian dari PMI. Ini merupakan langkah awal yang baik untuk mengidentifikasi kejahatan-kejahatan keuangan di luar negeri bahkan pada kasus-kasus eksploitasi buruh migran Indonesia.

Monday, November 9, 2020

Sosialisasi Di Gereja St. Columba Putain, Timor Tengan Selatan

Laporan Jeny Laamo dari Kupang


Pagi hari ini, Minggu 1 November 2020 di Paroki Putain, aku dan Suster Laurentina, SDP bersama Kakak Decky dan Romo Patris, Pr menikmati sarapan sambil berbincang-bincang. Kami lalu bersiap-siap untuk mengikuti misa pagi di gereja St. Columba. Umat Allah yang ada di Paroki Putain sudah memenuhi gereja dan siap untuk merayakan ekaristi. Perayaan ekaristi berjalan dengan khusyuk, dan di akhir misa, Romo Patris, Pr mengijinkan kami untuk memperkenalkan diri kepada umat Allah dan menyampaikan maksud tujuan kedatangan kami. Syukur kepada Allah karena umat Allah menerima kami dan menyambut kami dengan hangat. Usai misa, kami bersiap untuk memberikan sosialisasi. Kakak Decky bersama beberapa OMK menyiapkan layar dan sound system sementara itu aku bersama Suster Laurentina SDP bermain bersama anak-anak SEKAMI. Kami bernyanyi dan bermain dengan riang, aku mengajarkan kepada mereka beberapa buah lagu dengan gerakannya. Mereka sangat aktif dan senang dengan lagu serta gerakan yang baru mereka pelajari.