Tuesday, June 16, 2009

Pelaksanaan Beasiswa untuk Mahasiswa Korban Tsunami Tahun 2009

Pada tahun 2009, pelaksanaan program pemberian beasiswa untuk mahasiswa korban tsunami Aceh kembali dilanjutkan. Program ini direncanakan selesai pada bulan Juni 2009. Karena tahun ini merupakan periode terakhir, maka pelaksanaan program difokuskan kepada proses kelulusan para mahasiswa serta penyusunan dokumentasi.

Pada awal tahun, SEFA sebagai pelaksana program di Aceh merekrut seorang staf bernama Suryani. Suryani menggantikan staff lama, yaitu Iwan Mawardi yang mendapatkan beasiswa untuk menuntut ilmu di Malaysia. Suryani merupakan lulusan IAIN Ar-Raniry jurusan Pendidikan Bahasa Inggris. Suryani diikat kontrak selama 6 bulan, yaitu Januari - Juni 2009.

Karena pergantian staff, maka dibutuhkan waktu untuk memberikan pelatihan kepada staff tersebut untuk mempelajari sistem yang digunakan dalam program ini. Hal ini menyebabkan pengiriman beasiswa pada bulan Januari 2009 tidak dapat dilaksanakan, karena PKR KWI belum menerima laporan dari Aceh. Pengiriman baru dilakukan kembali pada bulan Februari 2009.

PAda bulan Februari dan seterusnya, ringkasan pelaksanaan beasiswa selama tahun 2009 adalah sebagai berikut:

Bulan Februari 2009 : Pada tanggal 22 Feb 2009, PKR KWI menerima kiriman dari APTIK sbesar Rp. 330.000.000. Dana ini kemudian dipergunakan untuk memberikan beasiswa bulan Desember 2008 kepada 92 mahasiswa @ Rp. 1.000.000 pada tanggal 24 Februari 2009. Pada bulan ini, ada dua orang mahasiswa yang telah menyelesaikan studinya, yaitu Herawati (Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala) serta Maisarah (Politeknik Kesehatan Depkes). Sementara itu, terdapat satu orang mahasiswa baru, yaitu Riski HAfnida dari Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Bulan Maret 2009 : Pada tanggal 24 Maret 2009, dilakukan pengiriman beasiswa bulan Januari 2009 untuk 88 orang mahasiswa @ Rp. 1.000.000. Pada bulan ini terdapat empat orang mahasiswa yang lulus, yaitu: Herry Juanda (Fakultas Teknik Syiah Kuala), Ridwan Ibrahim (FKIP Serambi Mekkah), Arifzan (Fakultas Pertanian Syiah Kuala), dan M Syahril (Fakultas Teknik Syiah Kuala)

Bulan April 2009 : Pengiriman beasiswa untuk bulan Februari 2009 dilakukan pada tanggal 29 April 2009. Jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa pada bulan ini adalah 88 orang @ Rp. 1.000.000. Pada bulan ini tidak ada mahasiswa yang menyelesaikan kuliahnya.

Bulan Mei 2009 : Bulan ini tidak ada pengiriman beasiswa, karena persiapan administratif yang belum lengkap.

Bulan Juni 2009: Karena dana beasiswa belum juga tersedia, sementara para mahasiswa penerima beasiswa sangat membutuhkannya, maka pada bulan Juni 2009 PKR KWI memutuskan untuk memberikan dana pinjaman (talangan) untuk program ini. Akhirnya, beasiswa untuk bulan Maret 2009 dikirimkan pada tanggal 16 Juni 2009. Pada bulan ini, jumlah mahasiswa yang menerima beasiswa adalah 87 orang, dan ada satu mahasiswa yang telah menyelesaikan kuliahnya, yaitu Erlinawati, mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Serambi Mekkah.

Monday, June 8, 2009

Pemulangan Jenazah asal Lombok

Pada awal bulan Juni 2009, berdasarkan surat permohonan dari Sdr Lili Pudjiati (PBM), Sahabat Insan membantu pemulangan jenazah tenaga kerja Indonesia dari Malaysia, Ismail (38 tahun) , yang meninggal pada Kamis malam tanggal 4 Juni 2009 di RSUD Koja, Jakarta Utara pada pukul 22.00

Di Malaysia, Ismail bekerja sebagai pemetik kelapa sawit. Pada suatu hari, Ia ditangkap oleh Polisi Diraja Malaysia dengan tuduhan tidak memiliki surat-surat dan dokumen yang lengkap. Selama di penjara, Ia disiksa sampai kondisinya melemah dan mengalami batuk darah. Karena kesehatannya semakin memburuk, sebelum masa penahanannya berakhir, Ia dipulangkan ke Indonesia lewat Pasir Gudang, Tanjung Pinang dan terakhir di pelabuhan TAnjung Priok dalam kondisi sakit parah. BAdannya tinggal tulang dan penuh dengan bintik-bintik hitam, sedangkan kedua kakinya tidak dapat digerakkan, bahkan berbicara pun sulit karena lidahnya terasa kaku.

Sesampainya di Indonesia, oleh pihak pelabuhan, Ismail dirujuk ke RSUD Koja Jakarta Utara. Namun, apa boleh buat, dalam kondisi fisiknya yang memang sangat lemah, akhirnya Ismail menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Untuk pemulangan jenazah, Departemen Sosial RI memberikan dana bantuan sebesar Rp. 4.500.000. Dana ini tidak mencukupi, karena selain biaya kargo pesawat, masih ada biaya lain yang harus dikeluarkan yaitu biaya memandikan, kafan dan peti, serta tiket untuk keluarga dan pendamping. Oleh sebab itu, PBM mengajukan permohonan bantuan kepada Sahabat Insan untuk menutup kekurangan tersebut, dan telah disetujui.

Setelah mendapat bantuan dari Sahabat Insan, keesokan harinya jenazah baru bisa dimandikan, dikafani dan dimasukkan dalam peti mati. Untuk pemulangan ke Lombok, Batavia Airlines memberikan keringanan biaya untuk kargonya. Akhirnya jenazah Ismail bisa dipulangkan pada hari Jumat tanggal 5 Juni 2009 pukul 17.30 dn sampai di Mataram pada pukul 21.00 waktu setempat. Sesampai di rumah duka, yaitu di Kampung Pertanian, Desa Batu Mekar, kecamatan Lingsar, Lombok Barat, keluara langsung menyambut dengan isak tangis. Ismail meninggalkan dua orang anak yang berumur 12 tahun dan 4 tahun.

 

 

Bantuan untuk Pengangkatan Tumor Jinak seorang Balita

Seperti telah tertulis sebelumnya, M Risman adalah seorang anak dari pekerja Indonesia di Malaysia yang memiliki benjolan di leher dan ketiaknya. Penderitaan ini membuatnya kesakitan dan tidak mau makan.

Berdasarkan permohonan Sdri Lili Pujiati dari PBM, PKR KWI memberikan bantuan untuk pengobatan anak tersebut. Pada awalnya, M Risman menjalani serangkaian pemeriksaan di RS Sint Carolus untuk mengetahui secara pasti kondisinya, serta kesiapannya untuk menjalani operasi. Setelah beberapa kali ke Carolus untuk rawat jalan, akhirnya dokter menyatakan bahwa M Risman siap dioperasi.

Risman masuk Rumah Sakit St. Carolus pada hari Selasa tanggal 2 Juni 2009 pukul 13.00 WIB, dan langsung masuk ke gedung Semar ruang Yohanes, dengan didampingi Peduli Buruh Migran dan ibunya.

Hari Rabu tanggal 3 Juni pukul 11.00 WIB Risman masuk ruang operasi di lantai 4. Dokter yang menanggani Risman adalah seorang dokter spesialis bedah anak yaitu dokter Amir Tayeb. Tepat pukul 13.00 WIB Risman sudah selesai menjalani operasi dan dibawa keruang perawatan. Kondisi pasca operasi cukup baik, dan kedua tumornya sudah diangkat.

Saat ini Risman masih dirawat diruang Yohanes dan dijaga ibunya.


Berikut email dari Peduli Buruh Migran yang ditujukan kepada Sahabat Insan:

Dari: "peduli buruh migran"
Kepada: ismartono@hotmail.com
Lampiran S5030556.JPG (182KB), S5030557.JPG (191KB)

Romo Is yang baik, terimakasih telah membantu Risman sehingga bisa menjalani operasi Tumor Jinak hari Rabu tanggal 3 Juni 2009 Pukul 10.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB.

Kondisi Risman pasca operasi cukup baik.

Salam, 
Peduli Buruh Migran

Risman didampingi Ibunya dan Sdri Lili Pudjiati

 


 

Thursday, June 4, 2009

Ceria setelah Tumor Jinak diangkat

Pasca operasi pengangkatan benjolan di leher dan ketiaknya, kondisi M Risman, bayi 2,5 tahun semakin hari semakin membaik. Kondisinya yang dulu selalu kesakitan dan tidak mau makan kini berangsur pulih.
Pada Jumat sore tanggal 5 Juni 2009 Sr Eugenia, PBHK berkesempatan untuk menjenguk balita tersebut. Menurut Suster, saat ini leher dan ketiak M Risman masih dibalut perban karena masih dalam masa pemulihan pasca operasi. Namun, berbeda dengan kondisi sebelum operasi, saat ini Risman sudah ceria seperti layaknya anak-anak seusianya. Balita tersebut sudah bisa bermain dengan bonekanya dan bercanda. Bahkan, pada saat dijenguk, Risman sudah bisa duduk dan mau makan.







Monday, June 1, 2009

Orang terbuang Asal Lombok Barat

Minggu lalu, Sdri Lili Pudiati dari Peduli Buruh Migran mengirimkan email kepada Sahabat Insan sebagai berikut:
Romo Is yang baik,
Saat ini kami memang sangat membutuhkan sekali rumah singgah, karena ada orang yang dibuang sekarang menjalani perawatan di Koja. kedua orang tersebut berasal dari Lombok barat.
1. Mail (asal dari Desa Pertanian, Kec. Narmada, Kab. Lombok Barat),
kami sudah bisa mendatangkan keluarganya dari Lombok, namun kendala kami tidak ada tempat untuk istirahat keluarga yang menjaganya. untuk sementara kami titipkan.
2. Rosilawati (asal Lombok Tengah)
untuk sementara kami sedang melacak keberadaan keluarga korban.
Terima kasih

Lili
Peduli Buruh Migran