Thursday, August 25, 2011

Pelatihan Komputer Periode Maret s/d Juli 2011



Selama bulan Maret s/d Juli 2011, LPM Pesisir kembali mengadakan pelatihan komputer bagi siswa, guru dan aparat desa di Patek, kabupaten Aceh Jaya. 

Pelatihan ini merupakan lanjutan dari periode sebelumnya, yang diadakan bulan Februari 2011. Jika sebelumnya yang dibahas adalah modul 1 dan 2, maka pada periode ini yang dibahas adalah modul 3 sampai dengan modul 6. dengan rincian sebagai berikut:

Modul 3: Melakukan Pengeditan Teks Pada Dokumen Kerja
  • Mencari / find teks tertentu di dalam dokumen
  • Mengganti / replace teks tertentu dalam dokumen
  • Menggunakan menu undo dan redo / repeat
  • Memindah dan menduplikasi teks
  • Tugas modul 3

Modul 4 : Memformat Huruf dan Paragraf
  • Mengganti jenis dan ukuran huruf
  • Mengganti style font
  • Mengatur format efek huruf / font effect
  • Tugas modul 4

Modul 5: Melakukan Format Paragraf Pada Dokumen Kerja
  • Mengatur spasi paragraf
  • Mengatur perataan paragraf
  • Membuat / mengatur garis / alinea baru
  • Tugas modul 5

Modul 6: Menyisipkan objek ke dalam dokumen kerja
  • Menyisipkan tabel ke dalam dokumen kerja
  • Menambah, menghapus baris dan kolom tabel
  • Menyisipkan image / gambar ke dalam teks pada dokumen kerja
  • Tugas modul 6
Sebanyak kurang lebih 33 peserta mengikuti pelatihan ini, yang terdiri atas guru TK, SD dan SMP, para siswa dari sekolah menengah, aparat desa dan dari berbagai latar belakang pekerjaan lainnya.


 

Pelatihan Komputer di bulan Maret s/d Juli 2011.

Berikut adalah photo kegiatan Pelatihan Komputer yang diselenggarakan oleh LMP Pesisir pada bulan Maret s/d Juli 2011. Peserta semakin bertambah dengan latar belakang yang berbeda-beda. Tercatat disini profesi peserta adalah guru TK, SD dan SMP, siswa SMK dan MAN, aparatur desa, staf Puskesmas, sekretaris desa, dan staf pertanian.













Friday, July 22, 2011

Bantuan Sembako untuk Rumah Singgah


Pada bulan Mei 2011, Sahabat Insan memberikan bantuan sembako dan kebutuhan sehari-hari untuk Rumah Singgah Peduli Buruh Migran.

Bantuan diberikan karena pada saat itu terdapat dua belas orang terbuang yang tinggal sementara di rumah singgah tersebut untuk menjalani perawatan atau pemulihan pasca keluar dari rumah sakit. Banyaknya orang terbuang menyebabkan membengkaknya pengeluaran untuk biaya operasional rumah singgah, terutama untuk konsumsi dan keperluan harian. Oleh sebab itu, Sahabat Insan memberikan bantuan sebesar Rp. 2.400.000 (Dua juta empat ratus ribu rupiah) yang akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pokok orang-orang terbuang selama kurang lebih 15 hari.

Oleh Peduli Buruh Migran, bantuan tersebut digunakan untuk belanja sembako seperti: beras, gula putih, teh, kopi dan air mineral serta keperluan sehari-hari seperti handuk, sikat gigi, pasta gigi dan sandal jepit. Bantuan juga digunakan untuk membeli sayur serta lauk untuk makan sehari-hari orang-orang terbuang tersebut.

Beras


Gula, kopi dan teh


Kecap dan minyak goreng






Thursday, July 7, 2011

Bantuan Pendidikan untuk Murid di Aceh

Pada tahun ini, Sahabat Insan kembali memberikan bantuan pendidikan kepada murid SD sampai SMU di Provinsi Aceh, bekerja sama dengan Yayasan Budi Dharma Banda Aceh.

Bantuan ini diberikan kepada 67siswa, yang terdiri atas 39 murid SD, 9 murid SMP dan 19 murid SMU, dan diprioritaskan kepada siswa yang benar-benar kurang mampu. Pelaksanaan program ini dilakukan dibawah koordinasi Sr Ancilla Kaka, SCMM dan dibantu oleh Sr Elsa Sihotang, SCMM beserta staf tata usaha masing-masing sekolah. Setiap bulan, anak-anak menerima dana sejumlah Rp. 200.000 untuk anak SD, Rp. 250.000 untuk anak SMP dan Rp. 300.000 untuk anak SMU.

Selain memberikan bantuan pendidikan untuk murid SD s/d SMU, Sahabat Insan juga membantu setiap penerima beasiswa untuk berlangganan koran anak Berani. Seperti tercantum dalam website koran anak Berani: www.berani.co.id, berdasarkan penelitian dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2003, dari 40 negara yang diteliti, kemampuan membaca anak-anak Indonesia usia 9 -14 tahun berada pada urutan terakhir, yaitu urutan ke-40. Hanya 30 persen dari isi bacaan yang mereka baca, dapat mereka pahami. Kemampuan membaca yang lemah ini disebabkan karena minat baca kebanyakan anak-anak Indonesia yang rendah. Kenyataan inilah yang mendorong Sahabat Insan untuk ikut meningkatkan minat baca anak dengan cara memberikan mereka langganan surat kabar harian anak. Dengan surat kabar harian, anak-anak akan terbiasa menerima informasi yang disajikan secara tertulis setiap hari. Hal ini selain akan membuat mereka mengetahui perkembangan terkini, juga akan meningkatkan nalar mereka tentang suatu peristiwa yang terjadi, dan dapat mengaitkan sebuah kejadian demi kejadian. 

Program beasiswa untuk anak ini diselenggarakan sampai bulan Desember 2011 nanti.

Friday, June 17, 2011

Orang Terbuang yang Ditampung di Rumah Singgah Sampai bulan Juni 2011

Berikut data orang terbuang yang dirawat dan ditampung di Rumah Singgah sampai bulan Juni 2011:

1. Siti asal Sambas Kalimantan Barat
Kondisi kedua kaki lumpuh. Siti bekerja di Malaysia dan dipulangkan dengan kapal laut. Ia sempat menjalani perawatan di RSP Persahabatan selama dua minggu, kemudian berada di rumah singgah selama dua bulan karena belum siap untuk dipulangkan kedaerah dalam kondisi lumpuh. Saat ini Siti dititipkan di Panti Sosial Ceger milik Dinas Sosial  untuk ikut kursus menjahit khusus untuk anak- anak cacat.

2 Nurlela asal Perumahan Mojoagung Mojokerto Jawa Timur
Nurlela merupakan korban perdagangan orang. Ia di jual ke Libya dan dalam kondisi stress berat. Karena perang ia dipulangkan dan sempat dirawat di RSJ Grogol selama dua bulan. Nurlela tinggal dirumah singgah selama dua bulan

3. Hamdan asal Lombok  Tengah  
Hamdan adalah korban penganiayaan dari Malaysia. Ia sempat mendapatkan perlakuan tidak manusiawi ketika dalam penjara kerap di sodomi oleh petugas penjara. Dalam kondisi stress berat ia dipulangkan lewat pelabuhan tanjung priok dan sempat dirawat di RSJ Grogol selama dua minggu. Tinggal di rumah singgah selama satu bulan

4 Emiliana Contesa asal Sikak Flores, NTT   
Korban perdagangan orang, ia dijual ke Malaysia dan dijadikan pekerja seks komersial dan dideportasi dalam kondisi stress berat sempat dirawat di RSJ Grogol selama satu bulan. Setelah itu, ia tinggal di rumah singgah selama satu bulan.

5 Etet Supriatna asal Subang Jawa Barat   
Merupakan korban deportasi Malaysia yang mengalami penyiksaan ketika bekerja di ladang sawit dan menjalani perawatan di RS Koja selama dua minggu karena kedua kakinya mengecil. Etet tinggal di rumah singgah selama dua minggu

6 Masinah asal Sampang Madura   
Korban deportasi dari Jeddah yang sempat dirawat di RSP Persahabatan selama dua minggu karena menderita gagal ginjal dan paru-paru basah. Ia bekerja di Jeddah selama dua tahun dan tidak pernah mendapat gaji, bahkan dibuang majikannya di kolong jembatan Kandahar. Setelah keluar dari RS, ia tinggal di rumah singgah selama dua minggu

7. Sultana asal Lombok Barat   
Bekerja di Malaysia selama 18 bulan dan tidak digaji. Ia dideportasi dalam kondisi sakit parah kepala bagian belakang bekas pukulan benda tumpul, tangan kanan patah dan lupa ingatan (amnesia). Ia dirawat di RSJ Grogol selama empat bulan, dan tinggal di rumah singgah selama satu bulan.

8 Sukaisih asal Karawang
Deportasi dari jeddah kedua matanya buta, karena syaraf matanya putus akibat sering dipukul majikan, tidak mendapatkan gaji selama bekerja 12 bulan, bahkan oeh majikan dibuang dikolong jembatan, sempat menjalani perawatan di RSUD Koja selama dua minggu dan tinggal dirumah singgah selama dua minggu.

9 Mursidi asal Lombok Timur
Korban tabrak lari di Malaysia yang menyebabkan ada syaraf kejepit di punggung. Kemudian ia menjalani operasi di RS Polri Kramat Jati, sempat dirawat selama dua bulan di rumah sakit, dan tinggal di rumah singgah selama dua minggu

10 Eni asal Pontianak
Korban penganiayaan dari Malaysia, sempat menjalani perawatan di RSP Persahabatan. Selain itu ia juga korban perdagangan manusia karena dijual untuk dijadikan PSK di Malaysia, tinggal dirumah singgah selama dua minggu

11 Mita asal Bima NTB  
Korban perdagangan manusia, ia dijual ke Singapura untuk dijadika PSK, dan ia lari lalu ditangkap polisis dan dideportasi sempat dirawat di RSJ Grogol selama dua minggu karena depresi, tinggal dirumah singgah selama tiga minggu.