Saturday, March 28, 2009

Pelayanan Kesehatan untuk Korban Lapindo

Start:     Mar 21, '09 10:00a
Location:     YLBHI, Jakarta

Bantuan untuk Korban Lapindo (Maret 2009)

Pada bulan Maret 2009,  PKR KWI membantu sekitar 400 korban Lapindo yang datang ke Jakarta untuk mencari keadilan atas tanah dan rumah mereka yang hilang akibat pengeboran lumpur.  Mereka adalah para Korban Lumpur Lapindo yang datang dari empat desa di Sidoardjo. Diantaranya Desa Siring, Porong, Tanggulangin dan Renokenongo. Para korban ini datang ke Jakarta dengan modal nekat, karena sudah tidak tahan dengan penguluran waktu yag terus menerus dari Lapindo. Mereka datang dengan kereta ekonomi Surabaya - Jakarta, terdiri atas pria dewasa, wanita, lansia dan anak-anak.

Selama di Jakarta, para korban ditampung di tiga tempat, yaitu kantor YLBHI, KontraS dan Komnas HAM.  Namun, karena mereka sangat membutuhkan dukungan dari berbagai pihak selama di Jakarta, maka Sdr Paring Waluyo selaku koordinator korban mengajukan bantuan kepada beberapa lembaga sosial. Diantaranya adalah PKR KWI.

Melihat perjuangan mereka yang tak kenal lelah, akhirnya PKR KWI menyetujui permohonan yang diajukan.  Bantuan yang diberikan oleh PKR KWI kepada korban Lapindo ini adalah:

1. Bantuan logistik, memberikan nasi bungkus untuk makan siang/malam para korban sebanyak lima kali.

2. Bersama Perdhaki dan tim relawan BRK, memberikan pelayanan kesehatan untuk menjaga kondisi para korban tetap prima selama berjuang di Jakarta. Pelayanan Kesehatan meliputi pendataan, pemeriksaan tekanan darah, konsultasi kesehatan dan pemberian obat.

3. Membiayai perawatan Ibu Supiati, korban yang kondisinya melemah setelah beberapa hari di Jakarta. Ibu Supiati akhirnya dirawat di RS Sint Carolus sampai sembuh.

Selain itu, PKR KWI juga membantu korban dengan menghimpun pertolongan dari lembaga-lembaga sosial lainnya, diantaranya Yayasan Asti Dharma, yang juga memberikan bantuan makanan untuk para korban.

Pelayanan Kesehatan Bersama Perdhaki

Pada hari Sabtu, 21 Maret 2009, Perdhaki bersama PKR KWI mengadakan pelayanan kesehatan bagi korban Lapindo yang datang ke Jakarta. Pelaksanaan kegiatan ini juga dibantu oleh tim relawan Bela Rasa Kita (BRK)




.

Perawatan Korban Lapindo di RS Carolus


Ibu Supiati merupakan salah satu korban lumpur Lapindo yang datang ke Jakarta menuntut keadilan. Namun, karena kondisinya semakin lemah, maka koordinator korban mohon bantuan kepada PKR KWI untuk menanggung biaya perawatan. Akhirnya, atas jaminan dari PKR KWI, Ibu Supiati dirawat di Carolus sampai sembuh.




Bantuan logistik untuk korban Lapindo

Para korban Lapindo kembali datang ke Jakarta pada bulan Maret 2009 untuk menuntut hak mereka. Karena yang datang sekitar 400 orang, maka koordinator lapangan kembali mengajukan permohonan bantuan logistik kepada PKR KWI. Dan PKR KWI memberikan bantuan makanan sebanyak lima kali kepada para korban.