Sunday, May 15, 2022

SOSIALISASI TPPO DI PRA NOVISIAT CLARETIAN

Hari Jumat 13 Mei 2022, Jeni dan Suster Laurentina, SDP memberikan sosialisasi tentang Anti Human Trafficking di Pra Novisiat Claretian. Untuk sosialisasi hari ini, Jeni membawakan materi tentang media sosial, sedangkan Suster menjelaskan tentang Perdagangan Manusia dan Peran Gereja dalam Penanganan Perdagangan Manusia.

Acara diawali dengan ucapan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran Suster Laurentina, SDP. Dilanjutkan dengan sambutan dari Pater Superior, Pater Seles CMF yang meminta kepada para frater untuk bertanya sebanyaknya dan belajar sebanyaknya dari Suster Laurentina, SDP sebagai narasumber  hari ini.

Selanjutnya, semua yang hadir menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin oleh seorang frater. Kegiatan dilanjutkan dengan MC yang mengundang moderator untuk mengatur jalannya sesi diskusi. Moderator lalu mengundang Suster untuk memulai kegiatan sosialisasi hari ini.

Suster Laurentina, SDP membuka sosialisasi dengan menonton kisah Suster Kargo yang pernah ditayangkan di acara Kick Andy di Metro TV. Para Frater memperhatikan dengan seksama setiap materi yang diberikan. Materi yang dibawakan oleh Suster kurang lebih sama sosialisasi yang sudah dilakukan sebelumnya, namun lebih ditekankan pada peran gereja itu sendiri. Judul yang diberikan suster Laurentina SDP untuk sosialisasi hari ini adalah "Itu Tuhan", dimana Suster merefleksikan bahwa setiap korban adalah Tuhan itu sendiri. Tak lupa Suster juga membagikan panggilannya dalam pelayanan ini.

Menutup sosialisasi dari suster, diputarkan video pemulangan korban TPPO yang didampingi oleh Unit Anti Human Trafficking seperti Elisabeth, Delila, dan Bapak Geradus Wowa yang merupakan pelaku sekaligus korban.

Selanjutnya Jeni membawakan materi tentang media sosial untuk memerangi Perdagangan Orang, yang diperoleh saat Pelatihan Jurnalistik Youth Task Force Zero Human Trafficking di Jogjakarta, yang bisa dibaca di sini.

Sesi berikutnya adalah tanya jawab dan diskusi. Berikut adalah pertanyaan yang disampaikan oleh para frater dan jawaban lugas dan tegas dari Suster Laurentina, SDP.

  1. Fr. Mateo bertanya tentang factor yang menyebabkan Human Trafficking belum bisa diatasi.
  2. Fr. Yano bertanya bagaimana menumpas pelaku TPPO dan bagaimana cara mengetahui tindak tanduk dari TPPO.
  3. Fr. Davis bertanya bagaimana cara suster untuk mengidentifikasi korban tersebut orang NTT karena ada pemalsuan identitas dan untuk pendampingan korban hidup apa yang dilakukan setelah pemulangan korban.
  4. Fr. Maris bertanya bagaimana cara kita mencegah dengan cara praktis agar tidak lagi menjadi korban.

Beginilah jawaban dari Suster Laurentina SDP.

  1. Kepada Fr. Mateo suster menjelaskan bahwa salah satu penyebabnya adalah ekonomi keluarga, tidak mau berproses dalam pengurusan dokumen. Isu ini menjadi hal biasa karena menganggap bahwa ini ‘bukan masalahku.’ Lalu penyebab lainnya adalah karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat basis. Di satu sisi juga banyak imam yang kurang punya hati untuk isu ini dengan alasan bahwa komisi ini bukanlah komisi bergengsi.
  2. Suster memberikan jawaban yang tegas kepada Fr. Yano bahwa kita perlu punya prinsip untuk perang terhadap pelaku. Selain itu sosialisasi dan membangun jaringan juga sangat penting dalam Anti Human Trafficking.
  3. Suster mengungkap syukurnya karena di NTT nama menunjukkan tempat asal dari orang NTT. Sekaligus ini menjadi jawaban bagi pertanyaan dari Fr. Davis. Sedangkan untuk pendampingan korban hidup itu dilihat dari kasusnya. Jika memerlukan BAP maka akan dilakukan bahkan sampai pelaku ditangkap. Jika korban adalah anak usia sekolah, maka akan disekolahkan atau dikursuskan jika korban mau.
  4. Menjawab pertanyaan terakhir dari Fr. Maris, Suster memberitahukan kepada peserta bahwa kita tidak bisa melarang untuk bekerja di luar negeri. Oleh karena itu saat memberikan sosialisasi tentang TPPO juga menginformasikan kepada masyarakat untuk bermigrasi secara aman seperti pentingnya pembekalan kompetensi, penguasaan bahasa, pengaturan uang yang baik.

Menutup kegiatan sosialisasi hari ini, moderator menyampaikan kesimpulannya dari rangkaian kegiatan ini lalu MC mengambil alih dengan mengajak peserta untuk foto bersama dengan dekorasi yang disiapkan. Dekorasi itu bertuliskan STOP HUMAN TRAFFICKING. Para frater sangat kreatif dalam mempersiapkan kegiatan ini.