Showing posts with label beasiswaanak. Show all posts
Showing posts with label beasiswaanak. Show all posts

Tuesday, June 23, 2009

Peta Penerima Beasiswa Anak Aceh

Dibawah ini gambar wilayah-wilayah pemberian beasiswa Sahabat Insan pada tahun 2009 untuk anak-anak Aceh usia sekolah korban tsunami. Terdapat 3 daerah yang dilayani yaitu Banda Aceh, Lhoknga dan Simpang Ulim. Di masing-masing daerah, Sahabat Insan memiliki mitra yang membantu koordinasi dengan para murid yang kesemuanya berjumlah 1373 orang.



Thursday, June 18, 2009

Ringkasan Pemberian Beasiswa Anak Tahun 2009

Dibawah ini ringkasan kegiatan pemberian beasiswa untuk anak usia sekolah korban tsunami Aceh pada tahun 2009:
Bulan Februari 2009
Pada bulan ini, dilakukan survey lokasi dan pendataan calon penerima beasiswa. Survey lokasi dilakukan di Banda Aceh, Lhoknga dan Simpang Ulim. Banda Aceh dan Lhoknga pada periode sebelumnya juga menjadi lokasi penerima beasiswa. Sedangkan Simpang Ulim baru tahun ini dijadikan daerah penerima beasiswa menggantikan Patek. Perubahan lokasi ini dilakukan karena daerah Patek mulai mengalami kemajuan dengan dibangunnya sekolah-sekolah serta adanya pendidikan gratis disana, sedangkan di Simpang Ulim banyak anak yang masih membutuhkan bantuan. Proses ini dilakukan selama 12 hari, mulai tanggal 7 s/d 12 Februari 2009. Tim Sahabat Insan terdiri atas Sr Eugenia, PBHK dan Sdri. Corry, sedangkan tiga lembaga lokal diwakili oleh Sr Firmina SCMM, Sdr. Rinaldi (CC Lhoknga) dan Sdri. Nonong Mailufar (LPMP). Untuk mendukung administrasi, CC Lhoknga pada bulan ini mengajukan pembelian komputer. Permohonan ini disetujui oleh Sahabat Insan dengan memberikan bantuan dana sebesar Rp. 5.200.000.
Bulan Maret 2009
Setelah hasil pendataan didapatkan, maka Sahabat Insan mulai menentukan siapa saja yang berhak menerima beasiswa. Pemilihan dilakukan berdasarkan data dari lembaga lokal, serta penyusunan laporan masing-masing anak pada periode sebelumnya. Setelah jumlahnya ditentukan, maka pada tanggal 11 Maret 2009 dilakukan pengiriman beasiswa pertama tahun 2009, dengan rincian Susteran Rp. 15.700.000, CC Lhoknga Rp.. 59.950.000, dan LPMP Rp. 100.000.000.
Bulan April 2009
Pengiriman beasiswa pada bulan berikutnya dilaksanakan setelah laporan dari masing-masing lembaga diterima. Pada tanggal 2 April 2009, Sahabat Insan mengirimkan beasiswa bulan ke-2 untuk Susteran sebesar Rp. 16.050.000. Jumlah beasiswa bertambah, karena pada bulan pertama ada anak yang belum terdata. Beasiswa bulan ke-2 untuk LPMP dikirimkan pada tanggal 22 April 2009 sebesar Rp. 100.000.000. Pada bulan ini tidak ada pengiriman untuk CC Lhoknga karena laporan dari mereka belum diterima.
Bulan Mei 2009
Pada bulan Mei, Sahabat Insan mengirimkan beasiswa bulan ke-3 sebesar Rp. 16.050.000 untuk Susteran, serta beasiswa bulan ke-2 sebesar Rp. 70.150.000 untuk CC Lhoknga. Dana tersebut dikirimkan pada tanggal 8 Mei 2009. Dana yang dikirimkan untuk CC Lhoknga bertambah karena ada beberapa anak yang belum lengkap datanya. Pada bulan ini tidak ada pengiriman untuk LPMP karena laporan bulan sebelumnya belum diterima.
Bulan Juni 2009
Pada awal bulan Juni 2009, Sahabat Insan mengirimkan dana beasiswa bulan ke-4 untuk Susteran sebesar Rp. 16.050.000 dan beasiswa bulan ke-3 untuk LPMP sebesar Rp. 100.000.000. Pada bulan ini Sahabat Insan belum mengirimkan beasiswa ke CC Lhoknga, karena laporan bulan sebelumnya belum diterima.

Tuesday, June 16, 2009

Beasiswa untuk Anak Sekolah Korban Tsunami

Pada tahun 2008, Sahabat Insan (SI) telah memberikan beasiswa kepada 1581 anak usia sekolah (SD s/d SMU) yang menjadi korban tsunami Aceh 2004. Pada tahun itu, SI bekerja sama dengan tiga lembaga lokal setempat, yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (LPMP), CC Lhok Nga dan Peu Weu Seumangat (PWS). Program ini berakhir pada bulan Desember 2008.

Pada awal tahun 2009, SI mengadakan evaluasi pelaksanaan beasiswa tersebut, mengunjungi tempat-tempat beasiswa diberikan, serta mendata ulang para penerima beasiswa. Dari hasil kunjungan, didapatkan kenyataan bahwa banyak anak yang masih membutuhkan bantuan biaya pendidikan, karena kondisi ekonomi orang tuanya yang sulit. Oleh sebab itu, pada bulan Februari 2009, SI memutuskan untuk melanjutkan kembali program ini. Untuk pelaksanaan tahun ini, SI bekerja sama dengan 3 mitra kerja, yaitu Susteran SCMM, CC Lhoknga, dan LPMP.

LPMP memutuskan untuk mengadakan pelayanan di kecamatan Simpang Ulim Aceh Timur. Dana beasiswa hanya diberikan kepada Siswa SD saja, mengingat banyaknya siswa di kecamatan Simpang Ulim. Daerah ini dulunya merupakan basis GAM. Penduduk sebagian besar adalah korban konflik dan sekitar 10% merupakan korban konflik sekaligus korban tsunami. Suster SCMM melayani anak-anak yang bersekolah di sekitar Banda Aceh. Sedangkan CC Lhok Nga tetap melayani anak-anak yatim piatu di kecamatan Peukan Bada dan kecamatan Lhok Nga.

Pelaksanaan beasiswa dimulai pada bulan Maret 2009. Untuk pelaksanaan tahun 2009 ini, jumlah total beasiswa yang diberikan adalah sebesar Rp. 186.200.000. Jumlah total anak yang diberi bantuan adalah 1373 anak, dengan rincian 1178 siswa SD, 102 siswa SMP dan 93 siswa SMU.

 

Prosedur pengiriman dan pembagian dana masih sama dengan yang dilakukan pada tahun lalu. SI mengirimkan dana ke rekening masing-masing mitra kerja. Kemudian mitra kerja membagikan dana tersebut kepada murid-murid yang telah terdaftar. Pada bulan selanjutnya, SI akan mengirimkan dana beasiswa jika telah menerima laporan dari lembaga setempat. Demikian juga, beasiswa diberikan kepada siswa yang telah memberikan laporan penggunaan dana beasiswa pada bulan sebelumnya.

 

 

 

Wednesday, March 25, 2009

Rumah Pendidikan Anak

Untuk melengkapi program pemberian beasiswa Sahabat Insan, PKR KWI membangun tujuh buah rumah Smart Modula produksi ATMI. Rumah tersebut merupakan bangunan seluas 6m x 6m, terdiri dari dua kamar dan satu ruang umum. Rumah ini selanjutnya disebut Rumah Pendidikan Anak. Pembangunan rumah ini dimaksudkan untuk menyediakan tempat bagi anak-anak penerima beasiswa Sahabat Insan khususnya, dan anak-anak setempat pada umumnya untuk berkreasi dan mengembangkan diri dibawah bimbingan lembaga lokal yang bekerja sama dengan PKR KWI. Diharapkan dengan adanya rumah ini, maka anak-anak Aceh mendapatkan tempat untuk berkarya dan meningkatkan bakat serta kemampuan yang dimilikinya sehingga bisa berguna di kemudian hari.

Setelah bencana tsunami terjadi, PKR KWI membeli 10 unit rumah Rumah Smart Modula. Pada saat itu, SEFA diminta mencarikan lahan kosong agar rumah tersebut dapat dibangun. Namun karena sampai akhir tahun 2007 baru tiga lahan yang didapatkan oleh SEFA, dan anak-anak penerima beasiswa Sahabat Insan sangat membutuhkan tempat untuk berkumpul, maka rumah yang telah dibeli oleh PKR KWI tersebut dialihfungsikan menjadi Rumah Pendidikan Anak, yang akan dikelola oleh CC Lhoknga, PWS dan LPMP. Karena rumah Smart Modula ini sebenarnya dibuat untuk masa tanggap darurat, maka bentuk standarnya pun sangat minimal, sehingga PKR KWI menambahkan beberapa bahan seperti ubin (keramik) agar rumah ini semakin nyaman untuk dipakai oleh anak-anak. Rumah Pendidikan ini akan digunakan minimal oleh sekitar 1500 anak penerima beasiswa Sahabat Insan, dan anak-anak lainnya yang berada di daerah pelayanan CC Lhoknga, PWS dan LPMP.

 

Pembangunan Rumah Pendidikan Anak ini dimulai pada bulan Maret 2008 dan berakhir pada bulan Oktober 2008. Pembangunan dilaksanakan oleh kontraktor dari ATMI dan dibantu oleh masyarakat setempat. Sedangkan periode kerjasama antara PKR KWI dengan lembaga-lembaga tersebut adalah sampai program Beasiswa Sahabat Insan berakhir, yaitu bulan Desember 2008. Setelah program tersebut selesai, PKR KWI akan menyerahkan rumah tersebut kepada masing-masing lembaga untuk dimiliki dan dikelola lebih lanjut oleh lembaga setempat. Lokasi pembangunan sekolah tersebut adalah di desa Patek (Maret 2008) sebanyak 2 unit rumah yang berada di daerah layanan LPMP, desa Lamgeu-eu  kecamatan Peukan Bada sebanyak 2 unit rumah (April – Mei 2008),  desa Lambaro Neujid yang merupakan daerah pelayanan PWS sebanyak 1 unit rumah (Juni 2008), dan  desa Lhamlhom yang merupakan daerah dampingan CC Lhoknga (Juli s/d Agustus 2008)

 

Untuk membangun ketujuh Rumah Pendidikan Anak tersebut, PKR KWI mengeluarkan dana sebesar Rp. 503.650.000 (Lima Ratus Tiga Juta Enam Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah).

RENOVASI SEKOLAH

Program renovasi sekolah dilaksanakan di daerah pelayanan LPMP, yaitu di kecamatan Sampoiniet. Daerah Sampoiniet merupakan daerah konflik dan juga terkena bencana tsunami. Daerah ini terletak diantara bukit-bukit berada di pinggir pantai. Sebelum konflik antara pemerintah RI dan GAM terjadi, Sampoiniet merupakan daerah padat penduduk karena adanya transmigran dari pulau Jawa. Namun, dengan adanya konflik, maka keadaan mulai tidak aman dan penduduk mulai mencari tempat lain. Bencana tsunami yang melanda daerah ini juga menyebabkan semakin berkurangnya penduduk disini. Hal ini menyebabkan jumlah anak dan guru semakin sedikit, yang secara tidak langsung menyebabkan sekolah-sekolah di daerah ini menjadi tidak terurus. Sementara perhatian lembaga-lembaga lain  tidak ada dan pemerintah daerah sendiri mengalami keterbatasan dana untuk pembangunan.

 

SD UPT 4 dan SD Arongan merupakan contoh sekolah yang memiliki kondisi memprihatinkan. Kedua sekolah ini terletak di daerah terpencil dan sulit dijangkau. Dari lantai, atap, dinding dan bangku sekolah keadaannya sangat rusak dan tidak aman bagi anak-anak yang belajar disana. Oleh sebab itu atas permohonan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Calang melalui LPMP,  PKR KWI memberikan bantuan untuk merenovasi sekolah tersebut agar murid dan guru dapat melaksanakan proses belajar mengajar dengan lebih nyaman.

 

Renovasi gedung sekolah ini dimulai pada bulan Agustus 2008 sampai bulan Oktober 2008. Penerima manfaat dari program ini adalah guru dan murid SD UPT 4 dan SD Arongan. Saat ini, SD UPT 4 memiliki 1 guru yang berstatus PNS, 3 guru bantu dan 30 murid. Sedangkan SD Arongan memiliki 2 guru dan 24 murid. Proses renovasi sekolah ini dilaksanakan dibawah koordinasi LPMP. Dalam melaksanakan renovasi, LPMP tidak memakai kontraktor khusus, namun diserahkan kepada masyarakat setempat untuk memperbaiki gedung sekolah mereka. Sedangkan LPMP menyediakan bahan baku yang dibutuhkan, misalkan sen, kayu, paku, semen, bata dan sebagainya. SD Arongan yang terletak di desa Mata-Ie hanya memiliki satu buah ruang besar yang dibagi-bagi sehingga menjadi 4 kelas yang kondisinya sangat buruk.

 

Renovasi yang dilakukan untuk SD ini meliputi perbaikan dinding dan sekat, penggantian bangku sekolah serta menggadaan almari kelas. Selain itu, juga akan dibangun satu ruang tambahan untuk ruang guru. Awalnya, ada dua ruang tambahan yang akan dibangun. Namun, karena keterbatasan lahan yang dimiliki oleh desa, maka hanya dapat dibangun satu ruangan yang disepakati akan difungsikan sebagai ruang kelas.

 

Sedangkan, pada SD UPT 4 awalnya akan dilakukan perbaikan sekat dan bagian dalam ruangan gedung sekolah, serta memadatkan tanah di bagian depan dan belakang sekolah yang tergenang air. Namun, kondisi atap sekolah sudah sangat rusak dan jika jatuh sewaktu-waktu bisa menimpa anak dan guru yang ada di dalamnya.  Maka, pemadatan tanah yang tergenang air di sekitar sekolah tersebut tidak dilakukan dan dananya dialihkan untuk memperbaiki atap. Selain itu, plafon, sekat antar kelas, dan lantai gedung juga diperbaiki.

 

Renovasi tetap dilakukan dengan maksimal dengan keterbatasan yang ada dan dipertimbangkan dengan teliti aspek prioritasnya. Proses renovasi selesai pada bulan Oktober 2008. Dengan adanya renovasi sekolah ini diharapkan siswa dapat belajar lebih baik dan transfer ilmu dari guru juga lebih baik. Akhirnya, mutu siswa dan sekolah dapat ditingkatkan.

 

Untuk melakukan renovasi sekolah ini, PKR KWI memberikan dana sebesar Rp. 190.138.400 yang akan digunakan untuk renovasi SD Arongan sebesar Rp. 85.708.400 yang digunakan untuk membelian material antara lain semen, batu bata, papan, kayu dll dan untuk renovasi SD SP 4 sebesar Rp. 104.430.000 yang digunakan untuk pembelian material, mobiler sekolah, ongkos tukang dan transportasi material.

 

PEMBANGUNAN MCK DAN SUMUR CINCIN

Pembangunan Rumah Pendidikan Anak di Kampong Lamgeu-eu kecamatan Peukan Bada Banda Aceh ditujukan untuk menyediakan tempat belajar dan berkreasi bagi anak-anak yang berada di bawah daerah layanan CC Peukan Bada. Namun, dalam paket rumah tersebut, tidak terdapat fasilitas MCK yang bisa menunjang kegiatan anak-anak disana. Di lahan tersebut sebenarnya terdapat tiga buah toilet, namun sebagian besar tidak berfungsi. Akhirnya, untuk mencukupi kebutuhan akan air dan sarana kebersihan disana, CC Peukan Bada merasa perlu untuk memperbaiki fasilitas sanitasi tersebut, agar bisa memberikan pendidikan tentang kebersihan kepada anak-anak dan MCK dapat dipergunakan dengan baik sehingga mereka merasa nyaman beraktifitas.  CC Peukan Bada mengusulkan untuk merombak kamar mandi serta membuat sumur cincin sebagai sumber air untuk rumah tersebut.

 

Penerima manfaat dari program ini adalah 45 Anak penerima beasiswa yang berasal dari Peukan Bada dan 80 anak yang berada disekitar rumah pendidikan. Masyarakat setempat juga dapat memanfaatkan sarana MCK tersebut.

 

Pembangunan MCK dilakukan dibawah koordinasi Sdr. Alaidin sebagai koordinator CC Peukan Bada. Pembangunan ini dilakukan oleh masyarakat setempat, dan CC Peukan Bada bertugas menyediakan material yang dibutuhkan. Pembangunan dilaksanakan selama sebulan, yaitu bulan Juli s/d Agustus 2008.

 

Dalam pelaksanaannya, tiga buah MCK yang sudah ada namun tidak berfungsi dibongkar dan dijadikan dua buah MCK. Bahan-bahan bekas yang masih bisa dipakai seperti WC jongkok dipakai kembali untuk memperbaiki toilet tersebut. Perbaikan ini meliputi:

a.           Pembersihan rumput pekarangan gedung

b.          Mengganti seluruh dinding dengan  batu bata

c.           Merombak lantai dan memasang keramik pada lantai tersebut

d.          Pemasangan listplang, daun pintu dan kusen pintu

e.           Perbaikan bak air dan pemasangan keramik pada bak air

f.            Pemasangan kran air

g.           Pengecatan MCK

     

 

 

Sementara, sumur yang sebelumnya merupakan sumur bor diganti dengan sumur cincin, dan ditambah kedalamannya sekitar 5 cincin agar air dapat keluar lebih banyak. Perbaikan MCK dan sumur ini membutuhkan dana sebesar Rp. 7.540.000 (Tujuh juta lima ratus empat puluh ribu rupiah).

 

Wednesday, February 18, 2009

Pendataan Beasiswa untuk Anak

Pada bulan Desember 2007 - Januari 2008 diadakan pendataan anak2 calon penerima beasiswa. Pendataan ini dilakukan di tiga wilayah pelayanan CC Lhoknga, PWS dan LPM Pesisir




Monday, February 16, 2009

Beasiswa Anak Aceh

Program Beasiswa Sahabat Insan merupakan program pemberian bantuan pendidikan kepada anak-anak Aceh usia sekolah (SD, SMP dan SMU) yang merupakan korban bencana tsunami mau pun korban konflik. Program ini dilaksanakan di bawah nama Program Sahabat Insan. Prgram ini dimulai, direncanakan dan dilaksanakan karena PKR-KWI diminta oleh lembaga-lembaga penolong setempat untuk membantu  anak-anak korban Tsunami dan korban konflik yang ditinggalkan begitu saja oleh para penolongnya. Mereka ini tinggal di wilayah pantai barat yang mengalami kerusakan paling parah. Di sana masih banyak orang belum tertolong.

 

Tiga lembaga yang selama ini memberikan pertolongan kepada anak-anak menyampaikan permohonan agar Crisis Center/PKR-KWI memberikan pertolongan kepada anak-anak terlantar itu sejauh memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

1)          Penerima bantuan adalah anak-anak usia sekolah yang tidak sedang menerima bantuan dari lembaga lain. Hal ini disyaratkan agar tidak menciptakan ketergantungan anak-anak tersebut (pada donor, pada mekanisme luar, dan sebagainya), tidak dituduh mengambil alih karya orang/lembaga lain serta tidak tumpang tindih sehingga mengabaikan survivors/korban lain yang juga memerlukan bantuan.

2)          Untuk memberdayakan lembaga lokal, maka pemberian bantuan dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan LSM setempat yang selama ini telah bergerak di bidang pendidikan dan memiliki data anak yang memerlukan bantuan pendidikan.

 

Sebagai langkah awal, Crisis Center /PKR-KWI meminta data lembaga  lokal yang memenuhi syarat tersebut diatas, dan lembaga  tersebut diminta mengirimkan profil lembaganya sehingga Crisis Center/PKR-KWI memiliki gambaran singkat tentang lembaga yang akan diajak bekerjasama dan bisa memastikan bahwa lembaga tersebut memiliki kemampuan untuk membantu menjalankan program ini.

 

Setelah data terkumpul, terpilih tiga lembaga lokal yaitu Children Center Lhoknga (CC Lhoknga), Peu Weu Seumangat (PWS), dan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (LPMP).  Masing-masing lembaga lokal tersebut mengajukan jumlah penerima bantuan (SD, SMP dan SMU) dan dilakukan pendataan atas masing-masing anak. Setelah melakukan survey atas masing-masing lembaga, ditentukan jumlah dana beasiswa yang akan diterima, yaitu untuk murid SD Rp. 150.000, murid SMP Rp. 250.000 dan murid SMU Rp. 350.000 tiap bulan.

 

Disamping kegiatan inti, yaitu pemberian dana beasiswa, lembaga  lokal diharapkan secara kreatif memberikan usulan tentang kegiatan-kegiatan kelompok yang dapat menunjang proses pendidikan anak-anak yang dibantu. Kegiatan tersebut antara lain pelatihan, pendirian perpustakaan/taman bacaan, atau hal lainnya. Selain itu, diharapkan juga kegiatan pemberian beasiswa ini dapat bekerjasama  dengan pelaksanaan kegiatan pemberdayaan perempuan yang sedang dilakukan oleh lembaga lokal, sehingga anak-anak tersebut tidak terlalu tergantung pada bantuan donor, dan  pada saat program beasiswa ini selesai, pendidikan mereka dapat dibiayai sendiri oleh keluarganya atau lembaga bantuan setempat.